Pada mobil ini juga sudah tidak melibatkan setir dan

Pada zaman modern seperti sekarang ini perkembangan
teknologi yang terjadi semakin pesat dan juga inovatif salah satunya
perkembangan adalah di bidang otomotif dengan munculnya inovasi kendaraan
terbaru yaitu mobil tanpa awak (pengemudi). Mobil tanpa awak adalah kendaraan
yang dapat berjalan sendiri tanpa perlu bantuan pengemudi . Tetapi, dengan
munculnya kendaraan ini banyak pro – kontra yang terjadi dalam masyarakat
mengenai keamanan dari mobil ini sendiri apakah lebih baik dari mobil biasa
(mobil dengan pengemudi).

 

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memaparkan
defenisi, cara kerja, keamanan mobil tanpa pengemudi, dan juga etika / moral
dari mobil tanpa pengemudi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Rumusan masalahnya ialah apa sebenarnya defenisi, bagaimana
cara kerja dan keamanan dari mobil tanpa pengemudi ?, dan juga etika / moral
dari mobil tanpa pengemudi yang menjadi permasalahan yang besar bagi pencipta
kendaraan ini ?

 

Mobil tanpa pengemudi atau bisa juga disebut mobil
autonomous adalah mobil yang dapat berjalan sendiri tanpa perlu dikemudikan
oleh seseorang, pada mobil ini juga sudah tidak melibatkan setir dan alat – alat mekanik lain seperti pedal gas, kopling maupun
rem
dan hanya ada tombol – tombol dan juga monitor yang akan menampilkan informasi
mengenai kecepatan, keadaan mobil dan lain-lain.

 

Kendaraan ini bekerja
yaitu pertama dengan memasukkan tujuan akhir lalu mobil ini akan otomastis
berjalan, dengan menggunakan kombinasi dari sensor dan program yang sudah
ditanamkan pada kendaraan ini, juga komponen-komponen pada mobil seperti sistem
navigasi satelit, kamera 360 derajat, radar, dan juga laser. Dengan gabungan
dari sensor, program dan juga komponen- komponen mobil ini mampu mengenali berbagai jenis objek mulai dari manusia, mobil,
marka jalan, rambu-rambu, lampu lalu lintas, dan dapat mengenali berbagai hal
yang ada di jalan termasuk juga pengendara sepeda dan lain-lain. Tidak hanya
itu, mobil ini juga mampu mendeteksi pekejalan kaki dan bisa menavigasi dengan aman mobil tersebut
tanpa menyebabkan kecelakaan. Dan kamera 360 derajat yang disematkan pada kendaraan ini sehingga mampu melihat ke segala arah dengan baik.

 

   Dari segi keamanan kendaraan ini
sudah pasti dapat mengurangi angka kecelakaan yang sering terjadi di jalan raya
karena faktor paling banyak penyebab kecelakaan ialah kesalahan dari
pengemudinya seperti ugal-ugalan, berkendara pada saat mabuk, tidak konsentrasi
dan lain-lain walaupun tidak bisa dipastikan tidak akan terjadi kesalahan yang
dapat berakibat kecelakaan tetapi kendaraan ini bisa meminimalisirnya dengan
kemampuan software dalam memperkirakan kecelakaan dan dengan breaking system
yang sudah canggih.

 

Tetapi dari banyaknya kelebihan dari mobil tanpa
pengemudi ini yang sangat membantu masih ada permasalahan yang masih belum bisa
teratasi sampai saat ini dan menjadi tugas berat bagi pencipta dari kendaraan
ini ialah permasalahan etika dari mobil tanpa pengemudi ini atau disebut juga
Trolley Dilema. Ilustrasinya seperti ini jika mobil tanpa pengemudi sedang
berada di jalan raya dimana di depan mobil ada sejumlah anak-anak yang
menyeberang secara tiba-tiba, terdapat
tiga pilihan yang dapat dilakukan oleh kendaraan itu. Pertama, membanting setir
kendaraan ke arah kanan menuju jalur
berlawanan yang sangat berisiko karena harus berhadapan dengan mobil dari arah
berlawanan dan membahayakan penumpang. Kedua, membanting setir ke arah kiri jalan menaiki trotoar dan jatuh pada selokan, juga masih memuat
risiko yang sangat membahayakan penumpang. Atau, ketiga, tetap maju dan
menabrak kelompok anak tersebut yang sangat membahayakan keselamatan anak-anak
tetapi nyawa penumpang terselamatkan. Jika manusia yang mengendarai mobil tersebut
kemungkinan dia akan mengambil pilihan kedua yang paling masuk akal yaitu
membanting setir ke arah kiri jalan dan jatuh ke selokan tetapi jika keadaannya
dihadapi mobil tanpa pengendara mungkin keputusannya akan berbeda karena mobil
tidak bisa berfikir mana yang lebih etis untuk dilakukan dan mana yang tidak.
Tanggapan dari salah satu produsen mobil tanpa pengemudi yaitu Mercedes Benz
mengatakan bahwa akan mengambil pilihan ketika yaitu maju dan menabrak kelompok
anak-anak tersebut, manajernya juga menambahkan “Jika Anda tahu Anda dapat menyelamatkan setidaknya satu orang,
setidaknya selamatkanlah satu orang itu. Satu orang yang berada di dalam
mobil” kata Christoph von Hugo, yang dikutip dari laman Car and Driver.
Keputusan tersebut sebenarnya masuk akal juga karena orang-orang tidak mungkin
akan membeli mobil yang lebih mementingkan nyawa orang lain daripada
penggunanya.

 

Dengan canggihnya kemampuan dari mobil tanpa pengemudi
ini sangat membantu orang-orang dan juga dapat meminimalisir kesalahan pada
saat berkendara yang mempengaruhi angka kecelakaan di jalan raya tetapi masih
ada yang masih diperdebatkan yaitu mengenai etika dari mobil tanpa pengemudi
dimana mobil yang hanya di program dengan algoritma tidak akan bisa membedakan
mana hal yang etis dan mana yang tidak etis, inilah yang menjadi tugas berat
para produsen kendaraan tersebut. Tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan
yang sangat cepat mungkin suatu saat nanti permasalahan ini akan bisa diatasi
sehingga tidak ada lagi kekhawatiran bagi para pengguna mobil tanpa pengemudi
atau mobil autonomous.