Kejujuran-Kebohongan bisa memberimu ruang dalam duniaku yang maha luas.

Kejujuran-Kebohongan

 

Kejujuran            :  Kau yang telah mengotori lidah-lidah, hingga
bau mulut mereka sangat menyengat. Karena kau, dunia penuh dengan kepalsuan.
Peradaban semakin besar, tapi hanya diisi dengan manusia-manusia palsu. Kau
mengotori ayat-ayat suci dan fatwa para Nabi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kebohongan      :  Hahaha, jangan seenaknya saja kau menilaiku.
Asal kamu tahu, kau terlalu pahit oleh lidah-lidah manusia yang tak bertulang.
Berbeda dengan aku, aku selalu manis di bibir para insan. Aku yang
menyelamatkan jutaan dari mereka yang terhimpit oleh rasa malu serta dari
hukum-hukum yang kejam. Sementara kau, menjerembab mereka dalam kasta-kasta
kehidupan yang sangat rendah.

Kejujuran            :  Tidak. Kau tidak menyelamatkan mereka. Kau
hanya mengganti kesalahan mereka dengan kesalahan yang baru. Sudah saatnya kau
pergi dari muka bumi ini.

Kebohongan      :  Sepertinya kau mulai iri terhadapku, karena
orang-orang lebih menyukaiku daripada dirimu. Setiap hari nilaimu semakin
berkurang. Sementara aku, aku semakin digemari. Aku digemari oleh presiden, aku
digemari oleh pejabat, aku digemari oleh anak-anak muda, bahkan anak-anak juga
mulai jatuh hati padaku. Bisa kubayangkan, suatu saat kau hanya tinggal sebuah
kata yang tak punya nilai.

Kejujuran            :  Salah… sangat salah. Justru akulah yang nantinya
akan datang meruntuhkan setiap bangunan semu yang telah kau buat. Aku akan
beridiri kokoh dan menempati tempat-tempat terpenting di dunia ini. Aku akan
datang melenyapkanmu lewat energi kebenaran yang tak tertandingi oleh kekuatan
apa pun, karena orang-orang yang menggemarimu adalah manusia-manusia lemah,
berotak kerdil yang tak punya kekuatan apa-apa.

Kebohongan      :  Akh, berhentilah berhalusinasi kawan. Bila
kamu mau, aku bisa memberimu ruang dalam duniaku yang maha luas. Sebenarnya
kita bisa berselingkuh kapan dan di mana saja. Kamu tahu sendiri, hanya
sebagian kecil saja manusia yang sekarang merawatmu. Sebenarnya aku juga cukup
prihatin dengan dirimu.

Kejujuran            : Terima
kasih atas tawaranmu. Tapi sayang, aku sangat tidak tertarik dengan itu. Identitas
kita berbeda. Tuhan telah menciptakan kita dengan wujud yang berlainan.
Lagi-lagi kau salah menilai. Kamu memang selalu identik dengan kebodohan. Aku
juga digemari oleh orang-orang, aku juga ada dalam nurani presiden hingga
rakyat jelata.

Kebohongan      :  Hahaha, presiden mana dan rakyat mana yang
masih menghargaimu kini… Itulah kesalahanmu. Mengapa kau tinggal di tempat yang
bernama nurani itu. Nurani hanyalah segumpal daging yang sangat abstrak untuk manusia-manusia
modern. Mestinya kau belajar pada aku. Kamu tahu sendiri, aku menempati otak
dan perut-perut manusia. Di sana, aku berada pada posisi yang sangat terhormat.
Manusia selalu menjunjung dan merawatku dengan baik. Kamu juga pasti sangat tahu,
kalau mereka selalu melantangkan suaraku hingga menenggelamkanmu hingga suaramu
nyaris tak pernah terdengar lagi.

Kejujuran            :  Suaramu palsu, hanya orang-orang naif atau
burung beo yang cocok denganmu.