ABSTRAK dunia pendidikan. Menurut Miftahul Huda (2013: 115) Role

ABSTRAK

Penulisan ini
dilatar belakangi dengan adanya pembelajaran yang saat ini masih sangat kurang
mampu membuat siswa megembangkan kemampuan berpikir kritis siswa terutama dalam
sebuah kegiatan pembelajaran. Karena pada dasarnya sebuah pembelajaran harus
sebisa mungkin terwujud dalam suasana yang menyenangkan dan melibatkan
keaktifan peserta didik agar peserta didik dapat memahami pembelajaran yang
bermakna dan benar-benar memahami apa yang dipelajari, dengan begitu sebagai
seorang guru harus mampu membuat sebuah metode yang salah satunya yaitu metode
Role Playing. masih banyak sekali yang terjadi tentang Pola pembelajaran yang
biasanya masih sering diterapkan atau digunakan guru adalah pola pembelajaran
teacher centered, dimana guru perperan memberikan informasi sebanyak-banyaknya
kepada siswa yang disertai dengan metode ceramah,tanya jawab, dan pemberian
tugas. dari hal tersebut yang membuat pembelajaran kurang efektif. Penulisan
ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode role playing terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia. Metode yang
digunakan yaitu  metode deskriptif.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kata
kunci: Metode Role Playing, Kemampuan Berpikir Kritis

A.     
PENDAHULUAN

Kegiatan
pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu antara guru dan siswa. Perilaku
guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar, kedua perilaku  tersebut terkait dengan bahan pembelajaran.
Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni,
agama, sikap dan keterampilan, karaena kegiatan guru dan siswa dalam kaitannya
dengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran. Dalam proses belajar
mengajar terdapat kesiapan siswa dengan segala potensinya yang meliputi aspek
kognitif, afektif dan psikomotorik, juga guru yang mampu menciptakan suasana
belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa,
Potensi anak didik perlu ditingkatkan melalui arahan dan bimbingan yang
diberikan oleh guru di sekolah. Pembelajaran di bangku persekolahan dibagi
dalam beberapa jenjang yang dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan
tinggi. Pendidikan dasar merupakan fondasi dalam membangun pendidikan
berkualitas pada jenjang berikutnya.

Metode
pembelajaran memegang peranan penting dalam rangkaian sistem pembelajaran,
untuk itu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih metode
pembelajaran. Agar tujuan belajar baik secara kognitif, afektif maupun
psikomotor dapat tercapai, maka metode pembelajaraan dapat diarahkan untuk
mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan pembelajaran proses
(Sumiati dan Asra, 2009: 91). Metode pembelajaran menekankan pada proses
belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar.
Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting, karena pendidikan itu
akan sangat berpengaruh terhadap pekembangan hidup manusia. Sekolah sebagai
tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam dunia
pendidikan.

Menurut Miftahul
Huda (2013: 115) Role Playing merupakan sebuah model pembelajaran yang berasal
dari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Model ini membantu
masing-masing siswa untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan
membantu memecahkan dilema perbadi dengan bantuan kelompok. Dalam hal ini
metode role playing diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih menantang
kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan potensi siswa. Metode role playing
diarahkan pada pemecahan masalah dengan cara berpikir kritis lewat peran yang
dimainkan yang menyangkut hubungan antar manusia, terutama yang menyangkut kehidupan
peserta didik.

B.  PEMBAHASAN

1)  
Metode
Role Playing

Metode Role
Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan materi pelajaran melalui
pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, pengembangan imajinasi dan
penghayatan dilakukan siswa dengan memamerkannya sebagai tokoh hidup atau benda
mati yang dikaitkan dengan materi pelajaran yang dibahasnya (Syaiful Bahri
Djamarah dan Zain, 2008:28). Melalui aktivitas role playing siswa diajak untuk
memahami materi pelajaran melalui kegiatan bermain peran, siswa juga bekerja
sama dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama siswa dapat
mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah.

2)  
Kelebihan
Dan Kelemahan Role Playing

Dalam
pelaksanaan metode pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan dan kelemahan
yang harus diketahui oleh guru. Menurut Roestiyah (2008: 93), kelebihan metode
Role Playing (bermain peran) adalah: siswa lebih tertarik perhatiannya pada
saat pembelajaran, melatih siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran,
memunculkan rasa tanggung jawab terhadap peran yang dilakoni, siswa akan
terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif, bahasa lisan siswa dapat dibina
menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Sedangkan kelemahan
penggunaan role playing yaitu: Model bermain peranan memerlukan waktu yang
relatif panjang/banyak, Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari
pihak guru maupun murid dan ini tidak semua guru memilikinya, Apabila pelaksanaan
sosiodrama dan bermain peran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi
kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai.

Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing adalah model
pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap
materi pelajaran yang disajikan, sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah
tercapai.

 

3)  
Kemampuan
Berfikir Siswa

Berpikir kritis
tidaklah mudah seperti halnya menghafal karena berpikir kritis kita harus
menggabungkan kata-kata yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Fisher (
2009: 4) mengatakan bahwa, Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan
reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau
dilakukan. Dalam berpikir kritis siswa dituntut menggunakan strategi kognitif
tertentu yang tepat untuk menguji keandalan gagasan pemecahan masalah dan
mengatasi kesalahan atau kekurangan. Menurut Paul (dalam Fisher, 2009: 4)
Berfikir kritis adalah model berpikir-mengenai hal, subtansi atau masalah apa
saja di mana si pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani
secara terampil stuktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan
standar-standar intelektual padanya.

4)     
Metode
Role Playing dalam Pembelajaran Drama untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir
Kritis Siswa

Ada banyak cara
yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar
siswanya, misalnya dengan memilih strategi, pendekatan dan model belajar serta
penggunaan media dan sumber belajar. Hal ini dilakukan supaya tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan maksimal. Salah satu model yang
akan digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran (role
playing).